4 November 2012

RENCANA MEDIA SEPATU OLAHRAGA “SPORTA”

Sepatu ini disesuaikan dengan iklim Indonesia yaitu tropis dengan penggunan bahan yang nyaman dan terasa dingin bila dipakai. Dikonstruksi dengan menggunakan bahan daur ulang yang dirancang untuk mengurangi berat dan limbah, sehingga tercipta sepatu yang paling ringan yang pernah ada. Ini adalah apa yang menciptakan perasaan tanpa alas kaki.
Ada sisipan lembut, busa tahan lama di bawah kaki depan dan tumit untuk memberikan tingkat bantalan yang  diperlukan. Meski terlihat minimalis dan sederhana, tetapi ada rekayasa khusus untuk mencapai sensasi tanpa alas kaki. Di tengah-tengah skala fleksibilitas di mana 0,0 adalah setara dengan berjalan kaki telanjang dan 10,0 dari sepatu olahraga standar.
Tujuan Komunikasi
  • Memperkenalkan SPORTA kepada masyarakat dengan harapan dapat menambah konsumen.
  • Memberikan informasi kepada orang-orang tentang inovasi dan keunggulan SPORTA.
  •  Melampaui gerakan competitor.
Pengembangan Rencana Strategis
Konsumen mempunyai rentang usia antara 15-29 tahun. Konsumen yang berada pada kisaran lebih besar atau sama dengan 29 tahun dapat menggunakan sepatu ini juga. Melihat besarnya pemasukan dan pengeluaran konsumen, maka dapat di katakan bahwa konsumen condong ke golongan menengah ke atas yang cenderung menggunakan uangnya untuk kebutuhan tersier. Misalnya pemenuhan hobi ataupun gaya hidup sehat.
Aktivitas/Perilaku
  • Usia 15-29 tahun merupakan pengguna internet terbanyak.
  • Konsumen merupakan kategori usia produktif.
  • Konsumen merupakan orang yang memiliki gaya hidup sehat.
  • Konsumen meluangkan waktu untuk berolahraga secara efektif.
  • Konsumen tinggal di kota-kota besar yang harusnya mempermudah mereka untuk mengakses produk.
  • Konsumen menginginkan kenyamanan saat memakai sepatu olahraga.
Dimana (Geografis)
Produk ini akan dilaunching di Jakarta, Bandung, Semarang, Solo, Jogja, Surabaya, dan Denpasar.
Kapan (Timing/Musim)
  •  Launching tanggal 10 November 2012 di 7 kota sekaligus dalam rangka memperingati hari Pahlawan.
  • Launching saat car free day di 7 kota.
  • Mengikuti pameran distro.
Apa (Pemilihan Sarana)
·        Majalah
Hai! : Hai! adalah sebuah majalah yang diterbitkan di seluruh Indonesia. Pembaca majalah Hai! kebanyakan duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) meskipun tidak sedikit yang masih berstatus siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP).  Isinya menyangkut segala hal yang berkenaan dengan dunia remaja, mulai dari musik, film, pendidikan, tempat nongkrong, fesyen, teknologi, olahraga, psikologi, pendidikan seks, dan tentu saja cerita pendek. Majalah Hai! menyediakan saluran komunikasi yang lebih luas. Teknologi informasi membuat majalah ini juga hadir dalam bentuk digital. Misalnya lewat situs internet Hai-Online (www.hai-online.com) dan layanan informasi via telepon selular Hai-Mobile (wap.hai-mob.com). Beriklan di majalah yang share nya 50% wanita dan 50% pria, maka akan mengalami keuntungan 100% target audiens.
·        Televisi
RCTI :
Terutama pada slot berita olahraga  hari Minggu antara pukul enam sampai tujuh pagi. Karena pada jam-jam itu kebanyakan orang sedang beristirahat atau berolahraga. Di waktu itulah biasanya sambil menonton tv. Beriklan di saluran televisi yang share nya 50 % usia  aktif dan 50 % usia non-aktif, maka akan mengalami keuntungan 100 % target audiens karena bisa saja membeli karena terpengaruh konsumen non-aktif .
·        Media Berbasis Tempat
Outlet Olahraga :
Asumsinya, masyarakat kita sudah menganggap olahraga sebagai kebutuhan dan mau berinvestasi untuk kebugaran tubuhnya, minimal dengan membeli sepatu olahraga. Sekarang ini banyaknya jumlah gerai sepatu olahraga yang ada di seluruh Indonesia, baik di kota besar maupun kecil. Beriklan di saluran outlet olahraga yang sharenya 100% konsumen yang suka berolahraga, maka akan mengalami keuntungan 100%.
·        Web
Pengguna internet tidak hanya di kota besar, tetapi juga menyebar di kota-kota kecil. Membuka email berbasis web sebesar 59 %, instant messenger 58 %, membuka situs jaringan sosial 58 %, mesin pencari 56 %, dan membuka internet banking hanya 5 %, maka bila beriklan menggunakan media ini akan mengalami keuntungan sekitar 90%.
·        Event/Seminar
Car Free Day :
Sejumlah masyarakat antusias mengikuti car free day, hal tersebut memungkinkan untuk mengadakan segmen tentang sepatu SPORTA. Beriklan menggunakan media ini akan mengalami keuntungan 100% karena konsumen berkumpul pada satu tempat.

29 Oktober 2012

Strategi Komunikasi Pailit Telkomsel - Pengantar Ilmu Komunikasi


Oleh: Irwan Purwantono
ekonomi - Senin, 8 Oktober 2012 | 22:32 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Gara-gara diputus pailit, PT Telkomsel Tbk (Telkomsel), berpotensi merugikan negara. Karena, Telkomsel diwajibkan membayar biaya kurator sebesar Rp1 triliun.


Anggota Komisi VI asal Golkar, Lili Asdjudiredja mengatakan rencana pemanggilan Telkomsel dan PT Telkom Tbk. "Komisi VI akan agendakan pertemuan dengan direksi dan komisaris Telkomsel. Demikian pula PT Telkom akan kita panggil," ungkapnya kepada INILAH.COM, Senin (8/10/2012).


Dikatakan Lili, putusan pailit Telkomsel cukup berdampak khususnya bagi eksistensi anggaran 2013. Dalam APBN 2013, target setoran BUMN ditetapkan Rp32 triliun. "Kalau Telkomsel wajib mengeluarkan dana Rp1 triliun untuk kurator, tentu ada dampaknya. Target setoran BUMN bisa meleset," jelasnya.


Dalam kasus ini, lanjutnya, direksi dan komisaris Telkomsel harus bertanggung jawab. Dalam UU Perseroan Terbatas, direksi dan komisaris yang menyebabkan perusahaan pailit, layak diganti atau mengundurkan diri. "Makanya kita akan dalami kasus ini," tuturnya.


Kasus ini bermula pada 21 Juni 2012, Telkomsel menghentikan kontrak secara sepihak, sehingga merugikan distributor voucher isi ulang Kartu Prima (PT Prima Jaya Informatika), senilai Rp5,3 miliar. Padahal, kerjasama antara Telkomsel dengan PT Prima disepakati sejak 1 Juni 2011 sampai Juni 2013.


Akibatnya, PT Prima menanggung kerugian Rp5,3 miliar. Selanjutnya, PT Prima mengajukan gugatan pailit ke Pengadilan Niaga, Jakarta Pusat.


Pada 14 September, Majelis Hakim PN Jakpus yang dipimpin Agus Iskandar memutuskan Telkomsel pailit atas permohonan PT Prima. [hid]





Tuesday, 09 October 2012
JAKARTA – Keputusan majelis hakim Pengadilan Niaga Jakarta Pusat yang memailitkan PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) dinilai tidak tepat.

Pakar hukum perdata dan hukum kepailitan dari Universitas Padjadjaran Isis Ikhwansyah mengatakan,sengketa antara PT Telkomsel dengan PT Prima Jaya Informatika (PJI) perkara perdata biasa, bukan kepailitan.“Pembuktian kasus purchase order (PO) yang diajukan oleh PJI kepada Telkomsel itu bersifat kompleks dan tidak bersifat sederhana,”ujar Isis di Jakarta,kemarin. Menurut Isis, karena bersifat kompleks, seharusnya Pengadilan Niaga tidak mempunyai kompetensi untuk mengadili sengketa, melainkan domain dari Pengadilan Negeri. Hal ini mengacu kepada perjanjian kerja sama (PKS) antara Telkomsel dan PJI.

“Saya melihat, PJI berusaha menggiring opini seolah-olah ini merupakan perkara kepailitan dengan menggandeng mitra Telkomsel yang lain,”katanya. Isis menuturkan,inilah yang menjadi keteledoran hakim di Pengadilan Niaga. Mereka terkecoh pada syarat formil pengajuan perkara kepailitan yang mengharuskan adanya dua atau lebih kreditor dan menggiring opini bahwa pembuktiannya bersifat sederhana.

“Masalah ini adalah pembuktiannya bersifat kompleks, karena itu mesti ditangani oleh Pengadilan Negeri sebagai perkara perdata biasa,”jelas Isis. Karena itu,dalam upaya kasasi di Mahkamah Agung, Isis berharap hakim di MA dapat jeli dalam melihat permasalahan pailit Telkomsel ini.Akibat putusan pailit yang dikeluarkan Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, lanjut dia, bukan hanya Telkomsel yang mengalami kerugian, namun juga karyawan dan jutaan pelanggan lainnya, ikut terkena dampak negatif. “Jika dibiarkan,dunia bisnis di Indonesia akan mengalami hal tidak kondusif.Permohonan pailit yang diajukan PJI bisa menjadi preseden buruk bagi dunia usaha nasional,”paparnya.

Sementara, Direktur Utama Telkomsel Alex Sinaga berkeyakinan, perseroan akan memenangi kasasi di Mahkamah Agung. Pasalnya, banyak perjanjian yang dilanggar PJI.Dia mencontohkan, PJI memiliki perjanjian selama dua tahun menjual 120 juta voucher isi ulang dan 10 juta kartu perdana prabayar,namun Prima Jaya hanya mampu menjual 1.942.235 voucher isi ulang dan 525.000 kartu perdana prabayar.

”Itulah yang akan menjadi senjata kami untuk menang di kasasi nanti,” ujar Alex usai rapat dengar pendapat dengan Komisi XI di DPR Jakarta kemarin. Selain itu, PJI seharusnya bisa membentuk Komunitas Prima sebanyak 10 juta orang yang berbasis penggemar olahraga dalam waktu satu tahun. Pelanggaran lainnya yang dilakukan PJI, yakni mengajukan sales plan yang tiga kali mengalami revisi. Namun, sales plan terakhir dimasukkan pada 15 Maret 2012. Hingga Mei 2012 pencapaian penjualan kartu perdana hanya sekitar 7,8% dan voucher3,09%.

Wakil Ketua Komisi XI DPR Achsanul Qosasi menilai ada hal tidak wajar dan janggal di balik status pailit Telkomsel. ”Sangat lucu dan tidak lazim aset Telkomsel Rp130 triliun tetapi dipailitkan oleh tagihan Rp5,3 miliar,” ujar Achsanul. Dia menduga,ada rencana lain di balik kasus pailit Telkomsel. Terlebih, jika dikaitkan lelang frekuensi 3G kanal 11 dan 12. ●rakhmat baihaqi/ aceng nursalim


Strategi Komunikasi
Tujuan
Telkomsel merupakan perusahaan dengan jumlah pelanggan akses internet broadband, sambungan tidak bergerak nirkabel dan seluler mengalami pertumbuhan tahunan yang signifikan. Pilihan jenis produk dan jangkauan serta beragam jenis layanan yang ditawarkan merupakan keunggulan strategis yang dimilikinya. Telkomsel juga menyediakan pemenuhan kebutuhan di masa mendatang untuk kecepatan, konektivitas, dan pilihan yang lebih baik.
Telkomsel dibebani dengan beragam peraturan dan regulasi yang membuat mereka lamban dalam mengambil keputusan strategis dalam lelang frekuensi 3G kanal 11 dan 12. Selain itu Telkomsel mengadakan perjanjian dengan PT Prima Jaya Informatika selama dua tahun unutuk menjual 120 juta voucher isi ulang dan 10 juta kartu perdana prabayar. Mereka telah bekerja bersama sejak 1 Juni 2012 – 1 Juni 2013.  Kasus ini bermula pada 21 Juni 2012, Telkomsel menghentikan kontrak secara sepihak sehingga merugikan distributor voucher isi ulang Kartu Prima (PT Prima Jaya Informatika) senilai Rp 5,3 milyar. Dalam hal ini langkah-langkah yang diambil tersebut menimbulkan dampak negatif material bagi perusahaan.
Permintaan masyarakat yang tinggi akan akses internet merupakan pasar yang sangat menguntungkan. Selain itu jumlah penduduk Indonesia yang banyak dan baru sedikit yang memiliki akses broadband internet, tentu merupakan peluang  yang sangat baik bagi pertumbuhan bisnis Telkomsel. Telkomsel memiliki perkembangan teknologi internet yang pesat di Indonesia.
Kondisi persaingan akan menjadi semakin ketat, para operator bertarung untuk mendapatkan pelanggan-pelanggan. Penyedia layanan multimedia, internet dan layanan yang terkait dengan komunikasi data di Indonesia bersaing dalam hal harga, rentang layanan yang disediakan, kualitas jaringan, jangkauan jaringan, dan kualitas layanan kepada pelanggan.

Komunikator
PT Telkomsel sebagai komunikator saat ini berupaya untuk menjaga kepercayaan masyarakat, investor, karyawan, mitra tetap agar operasional dari perusahaan tersebut tidak terganggu.

Khalayak atau sasaran
-       Pelanggan Telkomsel
-       Menteri BUMN
-       Menteri Komunikasi dan Informasi
-       Pemegang saham di Telkomsel
-       Karyawan Telkomsel
-       Mitra Dealer Distribusi Telkomsel

Media
Telkomsel menggunakan media elektronik berupa televisi dan internet serta melalui media cetak untuk menjelaskan apa yang sedang terjadi dan upaya-upaya yang akan dilakukan selanjutnya.

Pesan
1.     Teknik Informasi
-       Telkomsel ini sebenarnya merupakan perusahaan yang sangat sehat dan sebenarnya tidak ada persoalan apa-apa.
-       Pengaruh penjualan setelah Telkomsel dinyatakan pailit hanya sedikit.
2.     Teknik persuasi
-       Membuat  program promo untuk memberi kepercayaan kepada pelanggan bahwa kualitas Telkomsel masih baik.
3.     Teknik Instruksi
-       Melalui Telkom, Telkomsel menjelaskan kepada masyarakat, investor, karyawan, mitra kerja, dan stakeholder agar kepercayaan kepada Telkomsel tetap terjaga.
-       Telkomsel tetap bekerja keras dan berinovasi untuk mencapai target perusahaan
-       Telkomsel mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA).
-        Memperbaiki sistem distribusi dengan memilih perusahaan yang berkredibilitas baik dan memiliki jalur distribusi jelas dengan modal cukup.

Solusi
Memberi penjelasan informasi yang dibutuhkan khalayak  dan tetap berusaha mencapai target serta berupaya melunasi hutang kepada PT Prima Jaya Informatika.

 

Zen Copyright © 2015 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos